Mentok menyisir peristiwa, angka barat- Aktivitas penambangan timah ilegal di perairan Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, diketahui masih terus berlangsung meski telah menimbulkan sejumlah korban jiwa. Pantauan pada malam 29 Juni menunjukkan kegiatan ini tetap berjalan, tanpa memperdulikan risiko kecelakaan kerja yang mengancam nyawa para pekerja.
Baru dua hari lalu tercatat satu orang pekerja tambang selam meninggal dunia. Diduga penyebab kematian adalah longsor yang terjadi di dasar laut saat ia sedang melakukan aktivitas penggalian. Kejadian ini bukanlah kasus pertama yang terjadi di lokasi tersebut.
Dari pantauan di lapangan, terlihat setidaknya ada 4 unit ponton yang beroperasi pada malam hari. Para penambang ini diketahui bekerja secara sembunyi-sembunyi dan menghindari petugas. Padahal, pihak Satuan Polisi Air dan Udara Polres Bangka Barat rutin melakukan patroli pengawasan. Namun, ketika petugas meninggalkan lokasi atau pengawasan sedikit mengendur, mereka segera kembali melanjutkan pekerjaan.
Perairan Keranggan memang dikenal memiliki kandungan mineral timah yang sangat melimpah. Hal inilah yang menjadi daya tarik kuat sehingga mendorong banyak orang berbondong-bondong datang menambang, tanpa lagi memikirkan keselamatan diri. Para penyelam hanya mengandalkan pernapasan lewat selang udara yang terhubung ke kompresor, tanpa perlengkapan keamanan yang memadai.
Berdasarkan keterangan warga pesisir setempat, kasus kematian penambang cukup sering terjadi. Selain korban yang meninggal pada Sabtu malam tersebut, dua minggu sebelumnya juga tercatat 3 orang pekerja diduga meninggal dunia dengan peristiwa yang hampir serupa. penyebabnya adalah longsor di dasar laut atau kejang otot akibat suhu air yang sangat dingin saat bekerja di malam hari. Bahkan isu warga memperkirakan dalam beberapa bulan terakhir sudah ada sedikitnya 10 orang penambang yang meninggal dunia di lokasi setempat. meski angka tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan perlu adanya konfirmasi.
Aktivitas penambangan dengan cara menyelam ini dinilai sangat berbahaya dan membutuhkan perhatian serius. Standar keselamatan kerja serta kelengkapan peralatan yang layak seharusnya menjadi syarat utama, apalagi kegiatan ini menyangkut nyawa manusia. Tanpa pengawasan yang lebih ketat dan penanganan hingga ke akar permasalahan, dikhawatirkan jumlah korban jiwa akan terus bertambah dan aktivitas ilegal ini tidak akan pernah berhenti.
Tim
Tags:
Berita
