Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
Memuat berita...
Iklan

Kebal Hukum! Tambang Ilegal di Batu Belubang Beroperasi Tanpa Rasa Takut dan Terang Benderang

BANGKA TENGAH – Wajah penegakan hukum kembali tercoreng di Kabupaten Bangka Tengah. Aktivitas pertambangan ilegal darat semakin berani dan tak lagi sembunyi-sembunyi. Di kawasan Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, kegiatan penggalian tanah dan pengerukan berjalan leluasa dan terang benderang menggunakan alat berat serta mesin dompeng, seolah aturan hukum sama sekali tidak berlaku di wilayah tersebut. Kegiatan ini berlangsung masif hingga Jumat (22/5/2026).
 

Pantauan langsung awak media di lokasi mengonfirmasi aktivitas yang sangat mencolok. Bekas-bekas galian tanah yang luas dan dalam terlihat jelas membentang, menjadi bukti nyata bahwa penggarapan kawasan ini bukan terjadi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Di lokasi tersebut terlihat beroperasi satu unit mesin dompeng yang terus bekerja mengeruk kekayaan alam, mengubah bentuk permukaan tanah menjadi lanskap kerusakan yang memprihatinkan.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas tambang yang diduga sama sekali tidak mengantongi izin resmi dari instansi berwenang ini sudah berjalan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Yang paling mengkhawatirkan sekaligus memicu pertanyaan besar adalah keberanian para pelaku beroperasi secara terbuka di siang bolong tanpa rasa takut sedikit pun akan tindakan aparat maupun sanksi hukum.
 
Keterbukaan dan kelanggengan operasi ini memperkuat dugaan kuat di kalangan masyarakat setempat bahwa praktik ini berjalan aman bukan tanpa alasan. Ada indikasi kuat bahwa kegiatan ini "kebal hukum" dan bergerak di bawah payung perlindungan atau koordinasi dari pihak-pihak berkuasa, sosok "orang kuat" atau tokoh berpengaruh yang berada di balik layar. Kehadiran pelindung inilah yang diduga membuat para pelaku merasa memiliki kekebalan dan berani menantang aturan negara secara terang-terangan.
 
"Sudah lama mereka mengerjakan lokasi itu. Mesinnya jalan terus, tanahnya terus digaruk. Anehnya, tidak pernah terlihat ada penertiban atau pemeriksaan. Rasanya mereka memang merasa aman karena ada yang menjaga dari belakang," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya, menyoroti betapa bebasnya aktivitas tersebut.
 
Hingga saat awak media berada di lokasi, belum ditemukan informasi pasti mengenai siapa sosok pemilik modal atau penanggung jawab sebenarnya di balik kegiatan penjarahan alam ini. Namun, jejak kerusakan yang luas dan tumpukan tanah hasil galian menjadi saksi bisu bagaimana kekayaan alam daerah terus dirampok, sementara hukum seolah diam membisu.
 
Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen pemberantasan tambang ilegal masih jauh dari harapan. Jika aktivitas yang terang-terangan dan meninggalkan jejak kerusakan yang sangat jelas pun dibiarkan berlangsung lama tanpa ada tindakan, maka pertanyaan besar pun muncul: Siapa yang sebenarnya berkuasa di wilayah ini, negara atau para pemilik modal yang dibekingi kekuasaan?
 
Awak media masih terus berupaya menelusuri jejak pemilik dan pihak yang terlibat, serta akan terus memantau perkembangan kasus ini guna mengungkap siapa sosok "orang kuat" yang diduga menjadikan hukum hanya sebagai pajangan semata.
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan